FUNGSI PEMBINAAN
  BINROHTAL  
APEL PAGI
GELAR OPERASIONAL
REWARD & PUNISHMENT
PENGGAJIAN ONLINE
RECRUITMENT PERS
 
FUNGSI OPERASIONAL
  INTELKAM  
LANTAS
RESKRIM
SAMAPTA
 
APLIKASI POLMAS
  PLAN A  
PLAN B
 
     
BERITA
 

sabtu, 26 September 2009
Pelaku Pembacokan ditangkap di Cirata
Ditulis Oleh : Admin

SUKAJADI,
Seorang pemuda asal Ambon, Zulkarnaen Lewe Nussa (30), Jumat (25/9) sekitar pukul 02.00 WIB, tewas bersimbah darah di Jln. Cibadak Bandung, setelah dikeroyok enam orang pemuda. Keenam pelaku sekitar pukul 11.30 WIB ditangkap petugas Sat Reskrim Polresta Bandung Barat di kawasan Cirata, Cianjur.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun "GM", peristiwa itu berawal dari adu mulut antara enam pelaku, yaitu MA (28), EU (30), EM (23), DA (20), BE (30), dan SA (18) dengan korban serta rekannya, Irwan Lewe Nussa saat berada di sebuah tempat hiburan di Jln. Sudirman Bandung. Menurut Irwan, cekcok yang terjadi itu merupakan puncak dari penyenggolan yang dilakukan korban.

Merasa tidak terima, BE cs menegur korban dan mengejar korban serta rekannya saat terlihat melarikan diri hingga keluar tempat hiburan tersebut. "Kami sempat senggol-senggolan di dalam, ya dari situlah kami mulai cekcok," kata salah satu tersangka saat diperiksa di Mapolresta Bandung Barat, kemarin.

Selanjutnya, Zulkarnaen dan Irwan memilih melarikan diri dengan maksud menghindari percekcokan. Saat itu, Zulkarnaen memilih lari ke arah barat, sedangkan Irwan lari ke arah timur dan sempat bersembunyi di balik mobil yang sedang terparkir. Nahas, Zulkarnaen malah menjadi sasaran tunggal BE cs. Ia tertangkap dan dianiaya empat orang yang mengejarnya. Tanpa ampun Zulkarnaen dibacok DA dan SA hingga mengembuskan napas terakhirnya.

Setelah kondisi aman, Irwan kemudian menghampiri korban yang saat itu berlumuran darah. Parahnya, saat sekarat tidak ada satu orang pun yang berani menolong korban. Kemudian, Irwan melapor ke Polsekta Andir dan meminta pertolongan.

"Saat itu saya lihat korban sekarat, tapi mau menolong juga saya takut. Apalagi saat korban dibacok berulang kali, ngerilah," ujar salah seorang tukang becak yang mangkal di Cibadak dan mengaku ada di lokasi saat peristiwa berlangsung.

Tidak lama kemudian, anggota Polsekta Andir datang dan membawa korban ke RS Kebon Jati. Setelah petugas rumah sakit memastikan korban tidak bernyawa, jasadnya dibawa ke Rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk diautopsi.

Ditangkap di Cirata

Kapolresta Bandung Barat, AKBP Baskoro Tri Prabowo didampingi Kasat Reskrim Polresta Bandung Barat, AKP Philemon Ginting mengatakan, tidak lama dari kejadian, petugas menangkap enam tersangka.

"Hanya dalam 7 jam kami bisa menangkap tersangka di kawasan Cirata, Cianjur pukul 11.30 WIB, Jumat (25/9). Itu berkat informasi dan penyelidikan yang kami lakukan," ujarnya.

Saat penangkapan berlangsung, petugas menemukan barang bukti berupa dua senjata tajam berupa parang di bagasi mobil Mitsubishi Lancer nopol F 1381 SH milik BE serta 1 sweter abu-abu berbercak darah korban. "Senjata tajam berupa parang yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban, kami temukan di bagasi mobil BE. Selain itu kami juga menemukan pakaian yang terkena bercak darah korban. Barang bukti tersebut kami amankan ke Mapolresta Bandung Barat," paparnya.

Atas perbuatannya tersebut, keenam pelaku dijerat pasal berlapis, yaitu pasal 338 tentang pembunuhan, pasal 170 tentang penganiayaan secara bersama-sama, dan pasal 351 tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang. "Kami jerat tersangka dengan pasal berlapis, yaitu pasal 338, 170, dan 351 dengan ancaman hukuman sekurang-kurangnya 12 tahun masa tahanan," tegas Baskoro.

ENAM pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Zulkarnaen Lewe Nussa di Jln. Cibadak, Kec. Andir, kini mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandung Barat. Pasalnya, enam warga asal Ambon ini, yaitu MA (28), EU (30), EM (23), DA (20), BE (30), dan SA (18) terbukti bersalah telah menghilangkan nyawa Zulkarnaen.

BE cs ditangkap di kawasan Cirata, Cianjur, Jumat (29/5) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu tiga tersangka di antaranya tengah asyik menikmati makanan di sebuah warung. Sementara tiga orang lainnya tengah beristirahat.

Pembeli lain dikejutkan oleh kehadiran polisi yang sudah mengepung lokasi dan meminta keenam pelaku untuk menyerahkan diri. Tanpa banyak bicara, mereka digelandang ke Mapolresta Bandung Barat dan harus mendekam di balik jeruji besi.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi hanya gara-gara saling senggol satu sama lain saat berada di sebuah tempat di Jln. Sudirman. Nyawa korban melayang akibat 6 luka tusukan.

Meski dalam pemeriksaan, para tersangka menyatakan bahwa penganiayaan itu terjadi akibat adu mulut, namun diindikasikan perebutan wilayah kekuasaan di tempat hiburan merupakan penyebab lainnya.

Hal itu dikatakan Kapolresta Bandung Barat, AKBP Baskoro Tri Prabowo didampingi Kasatreskrim, AKP Philemon Ginting, saat ditemui di Mapolresta Bandung Barat, kemarin. "Ada informasi yang mengatakan bahwa perebutan wilayah kekuasan merupakan penyebab percekcokan. Pasalnya, belum lama ini, di tempat yang sama mereka sempat bentrok, namun bisa diselesaikan," kata Baskoro seraya mengatakan, apa pun penyebabnya, perkara terus berjalan.

Kedua kubu tersebut, jelas Baskoro, merupakan warga Ambon yang berasal dari Jakarta dan warga Ambon yang berasal dari Bandung. "Kami tidak bisa menyimpulkan apa penyebab utama sehingga terjadi peristiwa tersebut. Yang pasti, kami akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas," tegasnya.

Sementara itu, beberapa saat setelah penangkapan, sekitar 20 orang yang merupakan rekan korban mendatangi Mapolresta Bandung Barat. "Mereka datang untuk menunjukkan solidaritas terhadap rekannya yang telah tewas. Sayangnya, saat melihat pelaku, mereka seolah tidak bisa menahan emosi dan terpaksa suasana harus kami dinginkan," katanya.

Dengan tertangkapnya enam pelaku pembunuhan tersebut, Baskoro berharap tidak ada lagi aksi serupa. Terlebih, lanjutnya, peristiwa itu terjadi saat umat muslim masih dalam suasana Idulfitri. Karena itu, pihaknya telah memperketat pengamanan di tempat-tempat hiburan guna mencegah terjadinya bentrokan susulan.

"Pemantauan terus kami lakukan, setidaknya untuk menciptakan kondisi yang aman. Apabila terjadi peristiwa serupa, kami tidak segan-segan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat," tuturnya
sumber:GM

[ Kembali ]

 

 
KALENDER
 
Sun, 05 Sep 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30
 
 
DAFTAR PENGISI BUKU TAMU
 

kritik dan saran silahkan isi disini

 
 
LAYANAN SMS
 
 
 
HIT COUNTER
  Contoh Counter dengan image

- Anda pengunjung ke -