FUNGSI PEMBINAAN
  BINROHTAL  
APEL PAGI
GELAR OPERASIONAL
REWARD & PUNISHMENT
PENGGAJIAN ONLINE
RECRUITMENT PERS
 
FUNGSI OPERASIONAL
  INTELKAM  
LANTAS
RESKRIM
SAMAPTA
 
APLIKASI POLMAS
  PLAN A  
PLAN B
 
     
BERITA
 

Selasa, 13 Oktober 2009
92 Warga Sukahaji Memilih Tinggal di Tenda
Ditulis Oleh : Admin
PASIRKOJA,
Sebanyak 92 warga korban kebakaran di Gg. Satata Sariksa RT 08/RW 04, Kel. Sukahaji, Kec. Babakan Ciparay (Bacip), memilih tinggal di tenda pengungsian. Mereka enggan pindah dari lokasi tersebut, karena mengaku tidak memiliki alokasi dana untuk pindah.

"Kami terpaksa tidur dan tinggal di tenda pengungsian sampai diberi izin, untuk mendirikan kembali bangunan di lokasi semula. Lagi pula kalau mau pindah, kami tidak punya dana," kata koordinator pengungsi sekaligus ketua RT setempat, Dedi Suhendi (42) kepada wartawan, saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin (12/10).

Meski diakui Dedi, lahan yang sekarang mereka tempati bukanlah tanah milik dan tidak memiliki izin resmi, namun mereka meminta kelonggaran agar pihak kecamatan serta kelurahan setempat, membantu mengurus perizinan dengan pemilik lahan, yaitu Sakura. Apabila telah diberi izin, kata Dedi, secepatnya para korban yang rumahnya telah rata dengan tanah, kembali akan mendirikan bangunan di lahan semula. "Mudah-mudahan kami diberi izin untuk tinggal di sini, apalagi sudah lebih dari 30 tahun kami menempati lahan ini," harapnya.

Dedi mengatakan, hari pertama pasca kebakaran yang terjadi, Minggu (11/10), pihaknya baru mendapatkan bantuan berupa 2 karung beras dan beberapa dus mi instan yang dikirim pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.

Saat ini, tambah Dedi, 92 orang dari 16 kepala keluarga (KK) pengungsi masih menunggu bantuan dari pihak lain. Sedangkan 6 KK lainnya yang menjadi korban, memilih tinggal di rumah kerabatnya. Pasalnya, nyaris seluruh harta benda milik korban hangus dilalap si jago merah. "Harta benda kami semua hangus terbakar, ya sekarang kami pasrah dan berharap ada pihak lain yang membantu," katanya.

Kapolresta Bandung Barat, AKBP Baskoro Tri Prabowo melalui Kapolsekta Bacip, AKP Eko Listiono, membenarkan, 22 KK yang menjadi korban tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). "Tanah itu milik Sakura dan para korban memang tidak memiliki IMB. Tapi sepengetahuan saya, 22 KK dari 1.000 KK lainnya yang mendirikan bangunan di atas tanah milik Sakura, telah memiliki kesepakatan," paparnya.

Terkait peristiwa kebakaran, Eko menjelaskan, 4 orang saksi yang merupakan korban kebakaran telah diperiksa. "Dugaan sementara sesuai keterangan saksi, api berasal dari rumah milik Uju karena korsleting atau hubungan arus pendek listrik," tegasnya.

Selanjutnya, kata Eko, api merembet ke gudang tempat pembuatan bakso goreng dan menyambar tabung gas sehingga mengakibatkan terjadinya ledakan. "Yang pasti rumah yang terbakar terdiri atas 20 rumah semipermanen dan 1 rumah permanen. Bukan 30 rumah seperti yang diberitakan di media sebelumnya," paparnya seraya menambahkan, kabel listrik yang tidak tertata dengan baik mempercepat terjadinya hubungan arus pendek.

Gudang Yogya

Sementara itu, empat regu yang terdiri atas 20 petugas Dinas Kebakaran (Diskar) Kota Bandung, kembali dikerahkan ke lokasi gudang milik Yogya Dept. Store yang terbakar, Sabtu (10/10) lalu.

Kadiskar Kota Bandung, Ir. Prijo Soebiandono, M.Sc. mengatakan, empat regu tersebut diturunkan guna melakukan evakuasi tempat kejadian perkara (TKP). "Evakuasi TKP antara lain dilakukannya pendinginan di area lokasi. Selain itu, sebanyak 20 petugas yang kami turunkan, membersihkan puing-puing bara api yang berada di atas lahan seluas 1.500 meter persegi," ujarnya.

Ia menambahkan, kebakaran yang terjadi di gudang tersebut merupakan peristiwa terbesar selama 2 tahun ini. "Selama saya bertugas sebagai Kadiskar 2 tahun ini, peristiwa Yogya bisa dikatakan yang terbesar. Alasannya, selain area TKP yang cukup luas, jenis barang yang terbakar merupakan salah satu faktor sulitnya api dipadamkan," tuturnya.

Bahkan, lanjut Prijo, pihaknya membutuhkan kurang lebih 1.600.000 liter air untuk proses pemadaman. "Persediaan air yang kami gunakan cukup banyak. Bahkan tidak hanya dengan air, kami juga mencoba memadamkan api dengan foam (busa), penyemprotan detergen, dan AF3 (bahan kimia)," terangnya.

Hingga hari kedua pasca kebakaran, pihaknya baru melakukan pendinginan dan pembersihan bara api. Prijo berharap, evakuasi gudang Yogya tidak akan membutuhkan waktu lama, agar bisa segera dilakukan olah TKP oleh pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polresta Bandung Barat, AKP Philemon Ginting mengatakan, hingga hari kedua pihaknya belum memasang police line di TKP. Pasalnya, api yang ada di gudang masih menyala dan baru bisa dipadamkan. Untuk itu, tim identifikasi Polresta Bandung Barat, belum bisa melakukan olah TKP guna melakukan penyidikan terhadap penyebab terjadinya kebakaran.

Kendati demikian, diakui Philemon, empat saksi yang merupakan karyawan Bagian Umum Yogya Dept. Store, telah diperiksa terkait hangusnya gudang Yogya. "Kami baru melakukan pemeriksaan terhadap 4 saksi dan mereka adalah karyawan Yogya Dept. Stroe. Sedangkan olah TKP dan police line belum kami lakukan. Sebab masih menunggu proses evakuasi pendinginan lokasi selesai dilakukan," tambahnya.
Sumber:Galamedia

[ Kembali ]

 

 
KALENDER
 
Sun, 05 Sep 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30
 
 
DAFTAR PENGISI BUKU TAMU
 

kritik dan saran silahkan isi disini

 
 
LAYANAN SMS
 
 
 
HIT COUNTER
  Contoh Counter dengan image

- Anda pengunjung ke -